PETUAH MAHATHIR

PETUAH MAHATHIR

Sangat menarik apa yang disampaikan DR. Mahathir Muhammad pada malam 17 Ramadhan1430 H/07 September 2009 di Putrajaya pusat pemerintahan Malaysia dalam acara berbuka puasa bersama Tun DR Mahathir dengan masyarakat Aceh. Selepas shalat tarawih DR Mahathir menyampaikan petuah-petuahnya. Suasana malam itu memang sangat hikmat saat mendengarkan petuah tokoh Malaysia itu. Tokoh sekaliber Mahathir memang sangat menguasai persoalan bangsanya terbukti dengan berpuluh buku yang ditulisnya dalam berbagai macam topik mulai dari pembangunan, budaya, ekonomi,identitas bangsa dan sebagainya. Mahathir memang sangat produktif menulis ditengah kesibukannya sebagai Perdana Menteri dulu, disamping itu ia betul-betul menguasai apa yang ditulisnya. Ketika ia membahas tentang globalisasi dan ancaman terhadap negara berkembang, analisisnya betul-betul tajam dan menarik. Bahkan untuk masalah ekonomi dalam era krisis moneter 1998 pialang saham sekaliber George Sorosh kehabisan akal untuk mengelabui Malaysia. Beda sekali dengan Indonesia, cuma satu jurus yang dikeluarkan George Sorosh Indonesia sudah klepek-klepek. Dalam bukunya “Krisis Mata Wang Malaysia” terus terang Mahathir mengatakan bahwa dia sudah tahu rencana George Sorosh terhadap ekonomi Asia Tenggara. Kontan Mahathir dengan tegas mengatakan Malaysia memutuskan hubungannya dengan IMF sementara Indonesia bermesra-mesraan dengan IMF. DR Mahathir juga yang membuat keputusan menutup Central Limit Order Book (CLOB) di Singapura setelah mengetahui bahwa itu merupakan sebab kejatuhan ekonomi Asia Tenggara.

Petuah Mahathir tentang sikap hidup orang Melayu yang pemalas berulangkali disampaikannya, kata-katanya “payah nak bangunkan orang-orang Melayu, kerana semua dibantu kerajaan (Negara) mereka jadi malas, awak jauh-jauh datang ke sini harus rajin”. Mahathir termasuk pemimpin negara dunia membangun (istilah barat yang salah kaprah dan dikhotomis maju-mundur) yang berhasil memimpin bangsanya dan keluar dari kemelut krisis dengan lebih cepat dan sukses. Hasil kepemimpinannya memang masih terasa dan dinikmati rakyat Malaysia hingga hari ini. Kestabilan ekonomi dan mata uang, tingkat pengangguran yang rendah dan kesejahteraan yang merata. Dari segi industri, Malaysia telah menjadi leading diantara Negara membangun di Asia Tenggara. Sebut saja perusahaan komputer Acer, pabrik terbesarnya di Asia Tenggara ada di Malaysia. Produk-produk industri makanan ringan Malaysia juga sudah merambah ke Indonesia. Dari segi pariwisata tercatat tahun 2008 jumlah wisatawan asing yang datang ke Malaysia 20 juta orang, sama dengan 77 persen penduduk Malaysia, bayangkan pendapatan Malaysia dari sektor pariwisata ini.

Mahathir memang pemimpin yang cuap-cuap ketika menyampaikan idenya. Dia tak pandai berbasa-basi terhadap kemunduran dan ketidakberesan yang ada di depan matanya. Bahkan Abdullah Badawi pun tak luput dari kritiknya semasa menjadi Perdana Menteri Malaysia. Karena bukunya “The Malay Dilemma” (Dilema Melayu) Mahathir pernah di depak dari Parlemen oleh PM Tun Hussein Onn (PM sebelum Mahathir) karena  kekritisan Mahathir terhadap kebijakan pembangunan dan ekonomi Tun Hussein Onn. Mahathir memang Mahathir. Dalam usianya yang menginjak 78 tahun dia masih tetap aktif menyampaikan ide-idenya demi kemajuan bangsanya.

 

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s